4 Masalah Lingkungan Perlu jadi Agenda Paslon Capres-Cawapres 2024

Diskusi CSIS: Pandangan Capres/Cawapres soal isu Lingkungan dan Perubahan Iklim Pemilu 2024, narsum (ki-ka): Surya Tjandra, (Jubi Anies-Muhaimin); Guswandi (Tim Kampanye Ganjar-Mahfud MD); Dahnil Anzar, (Jubir Prabowo); Prof. Heru Hendrayana (Guru Besar UGM), M. Afifuddin (Anggota KPU) (AG Sofyan). foto: suarakarya.id

AYOBANGKA.COM – Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, mengingatkan perhatian serius kepada peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 mendatang tentang respon cepat terhadap permasalahan isu lingkungan.

Yose Rizal mengungkapkan dari pengamatan CSIS melihat ada empat permasalahan isu lingkungan yang harus menjadi perhatian bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024.

Pertama , kurangnya pemahaman dari pengambil kebijakan terkait substansi isu lingkungan, iklim, dan ketahanan air. Kedua, kurangnya komitmen dan dukungan politik. Ketiga, kurangnya koordinasi dua arah antara pemerintah pusat dan daerah. Terakhir adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait pentingnya isu lingkungan.

Pandangan tersebut mengemuka dalam seminar publik “Pandangan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pemilu 2024” yang digelar CSIS di Jakarta, Kamis (2/11/2023).

“Kita menghadapi empat problem utama dalam mengatasi isu lingkungan ke depan, utamanya lack of substance, lack of political support/direction, lack of policy coordination, dan lack of awareness. Ini penting untuk jadi perhatian capres dan cawapres 2024 karena selain dampaknya sudah kita rasakan, di tingkat global sudah banyak inisiatif untuk melakukan mitigasi iklim. Hal ini menentukan posisi dan peran Indonesia di tingkat internasional ke depannya,” beber Yose Rizal.

Baca Juga  Kementerian LHK Tanam Pohon Serentak di 38 Provinsi, Termasuk Babel Dilakukan di Lubuk Kelik Sungailiat

Seminar ini bertujuan untuk mendorong isu lingkungan dan ketahanan air menjadi salah satu prioritas kebijakan pasangan capres dan cawapres dan meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat masyarakat.

“Kondisi ini menjadi atensi serius dunia akibat dampak buruk dari perubahan iklim yang sudah kita rasakan di antaranya, kekeringan dan kurangnya akses air bersih, kebakaran hutan, krisis pangan, tingginya inflasi, dan naiknya permukaan air laut,” tandasnya.

Yose Rizal Damuri menambahkan, untuk menyelesaikan masalah lingkungan ke depan perlu adanya langkah kolaboratif ke depan terutama dari partai politik.

Baca Juga  Satgas PKH Kuasai 9,22 Ribu Hektare Lahan Sawit dan Taman Nasional Gunung Maras

Hal yang bisa dilakukan diantaranya mempersiapkan arah politik yang sistematis dan konsisten mengenai dekarbonisasi ekonomi, mengelola koordinasi lintas pihak secara berkelanjutan dalam implementasi kebijakan dan target transisi hijau, serta meningkatkan kesadaran pentingnya melakukan aksi lingkungan dan mitigasi iklim melalui pendidikan dasar dan strategi komunikasi yang baik.

“Studi CSIS pada tahun 2019 menemukan bahwa hanya 1 dari 16 partai politik di Indonesia yang menjadikan isu lingkungan sebagai isu prioritas kampanye. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi karena isu lingkungan belum bisa memberikan political incentive yang besar bagi partai politik dalam Pemilu,” jelas Yose.

Seminar publik yang diinisiasi lembaga  kajian kebijakan publik paling senior di republik ini dihadiri oleh tim kampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu 2024, yakni Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak (Juru Bicara Prabowo Subianto), Dr. Guswandi (Tim Kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD), Dr. Surya Tjandra (Juru Bicara Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar), serta Prof. Heru Hendrayana sebagai Guru Besar Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Mochammad Afifuddin sebagai Anggota KPU RI.

Baca Juga  Antisipasi Musim Penghujan, Desa Pedindang Gairahkan Gotong Royong

Guru Besar Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada Prof. Heru Hendrayana menyatakan isu lingkungan hidup dan ketahanan air perlu menjadi salah satu topik debat pasangan calon presiden-dan wakil presiden dan diskursus publik yang perlu diselenggarakan KPU mendatang.

“Karena lingkungan hidup dan ketahanan air ini adalah salah satu indikator penting untuk menjamin kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Setiap kepemimpinan, harus memprioritaskan isu-isu ini dalam kebijakan-kebijakan. Dampak yang ditimbulkannya apabila ditangani dengan serius, akan berdampak langsung pada ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *