Dinas Pertanian Babel Serahkan Cultivator dan Power Thresher ke Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Edi Romdhoni dan Kabid Sarana Pertanian menyerahkan 19 unit alsintan ke petani di kantor Distan Babel, Rabu (16/08/2023).

AYOBANGKA.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Romdhoni, menyerahkan belasan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Pengurus Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) dalam wilayah Provinsi Babel, Rabu (16/08/2023).

Bantuan alsintan yang terdiri dari 12 unit cultivator dan 7 unit power thresher itu didanai APBD Provinsi Babel Tahun 2023.

Edi Romdhoni berharap alsintan ini dapat berdampak pada peningkatan produktivitas usaha tani di tingkat lapangan.

Baca Juga  Dukung Kemajuan Pariwisata Pantai Serdang Lewat Festival Kater Berlayar

“Artinya sebelum dan sesudah menerima (alsintan) harus ada beda (peningkatan produktivitas),” kata Edi dalam arahannya sebelum menyerahkan alsintan di ruang rapat bawah Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel dilansir distan.babelprov.go.id.

Edi meminta para pengurus Poktan, Gapoktan dan UPJA untuk memanfaatkan alsintan tersebut seoptimal mungkin. Apalagi bantuan alsintan yang diberikan pemerintah sudah sangat banyak.

“Saya pikir pemerintah ini tidak kurang-kurang (memberikan bantuan alsintan) kalau dihitung (jumlahnya) alsintan ini nggak tahu (lagi) berapa jumlahnya se- Bangka Belitung ini. Pertanyaan saya, ini sudah berdampak belum terhadap peningkatan produksi. Itu saja. Kalau ini ternyata tidak berdampak signifikan berarti percuma kita bantu,” ujarnya Edi yang didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto.

Baca Juga  30 Anak Bimbel Karya Ilmu dan AHE Ikut Kelas Memasak di Swiss-Belhotel Pangkalpinang

Pada kesempatan itu Edi juga mengingatkan petani terkait kemajuan teknologi di sektor pertanian yang semakin canggih dan memberikan keuntungan bagi kegiatan usaha tani. Salah satunya terkait ongkos produksi yang tidak lagi besar dikeluarkan petani dibandingkan dengan cara bertani tradisional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *