Oleh: Fakhruddin Halim
Berani melepas jabatan demi keluarga ternyata masih relevan hingga saat ini. Realitas perempuan melepas jabatan dan karir demi suami masih bisa dengan mudah kita jumpai dengan berbagai alasan dan pertimbangan yang mendasarinya.
Umumnya berada dalam dilema ketika dihadapkan pada pilihan terus berkarir dan bekerja atau meninggalkannya demi keluarga.
Adalah drg Cut Nurlaila ASN pada Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, diamanahi memimpin “Rumah Singgah Pangkalpinang” atau “Rumah Singgah Pgk” yang terletak di Jalan Pasuruan No 19 RT 12/ RW 05 Menteng Jakarta Pusat.
Selasa, 10 Oktober 2023, siang, putri salah satu tokoh Pangkalpinang, Hasan Aceh, menuturkan ia baru diserahi amanah menjadi penanggung jawab Rumah Singgah Pgk, tiga pekan terakhir.
Sebelumnya, ia pernah berdinas di Puskesmas Kacang Pedang. Lalu, Kepala Puskesmas Pangkalbalam.
Ia terpaksa melepaskan jabatan terakhir tersebut lantaran sang suami menderita stroke.
“Saya ingin fokus mengurusi suami, terlebih butuh waktu yang cukup untuk pemulihan kondisinya,” tuturnya.
Setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Pangkalpinang, ia memutuskan untuk membawa suaminya berobat ke RSCM di Jakarta.
Sejak itulah ibu tiga orang anak ini berada di Jakarta mendampingi sang suami Fuad. Sementara ketiga anaknya yang masih kelas 2 SMP, 6 dan 4 SD ditinggalkan di Pangkalpinang.
“Kami titipkan sama neneknya (orangtua Cut Nuarlaila) di Pangkalpinang,” ujarnya.
Cut Nurlaila harus bolak balik RSCM. Meski kondisi suaminya semakin membaik, namun masih butuh waktu cukup lama agar benar-benar kondisinya pulih sehingga masih harus intensif ke RSCM. Sementara itu, sebagai seorang ASN ia juga punya kewajiban untuk tetap bekerja.
“Jadi, agar kewajiban sebagai ASN tetap jalan, mengurus suami juga jalan, kebijakan atasan saya ditugaskan menjadi penanggung jawab Rumah Singgah Pangkalpinang,” tuturnya.
Sejak di Jakarta, ia dan suami tinggal di Rumah Singgah Pgk. “Jadi mengantar suami ke RSCM sesuai dengan jadwal untuk kontrol dan terapi,” ujar Cut Nurlaila.
Di Rumah Singgah Pangkalpinang, ia juga menjalankan fungsinya sebagai seorang dokter jika ada pasien yang membutuhkan pertolongan pertama atau terkait medis lainnya yang sifatnya darurat.
“Contohnya terkait pemasangan selang oksigen, intinya pertolongan pertama. Peralatan untuk itu juga ada di Rumah Singgah,” kata dia.
Dituturkan dia, saat ini Rumah Singgah Pangkalpinang dilengkapi 6 buah kamar dengan kapasitas 12 orang pasien. Selain itu, bisa menampung 12 orang keluarga pasien atau pendamping.
“Saat ini ada lima orang pasien terdiri dari orang dewasa dan anak-anak,” tuturnya.





