AYOBANGKA.COM, PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong peran aktif wirausahaan dalam membangun ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan guna menghadapi dinamika ekonomi global.
Hal itu disampaikan Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani saat membuka
Forum Bisnis Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Kepulauan Babel Tahun 2026 di Hotel Santika, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (15/5/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani mengatakan forum ini merupakan wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di Provinsi Kepulauan Babel.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi yang terus berkembang,” ujarnya.
Dia menekankan, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, peran pengusaha muda menjadi sangat krusial sebagai motor penggerak inovasi, pencipta lapangan kerja, serta pendorong daya saing daerah. Oleh karena itu, Gubernur mengapresiasi peran aktif HIPMI dalam membangun ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel dalam mendukung iklim usaha yang kondusif. Hal ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mendorong investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan daya saing daerah.
“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota HIPMI untuk terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. Mari kita bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Gubernur Hidayat Arsani berharap melalui FORBISDA ini akan terbangun komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan yang kuat antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan. Selain itu, forum ini diharapkan mampu menciptakan ide-ide kreatif serta membuka peluang usaha baru yang memberikan dampak positif bagi perekonomian Provinsi Kepulauan Babel.








