AYOBANGKA.COM – Sejumlah penambang timah tanpa dilengkapi izin diamankan personel Polairud Polres Bangka Barat dalam razia di Perairan Belo Laut, Kecamatan Mentok, Selasa (14/11/2023). Isu tak sedap pun berhembus soal adanya dugaan kutipan sejumlah uang dalam jumlah tertentu oleh oknum. Namun, buru-buru dibantah keras para penambang yang sedang diamankan di Mako Polairud Bangka Barat dan Polairud, Selasa malam.
Melansir Bangkaindependent.com, Rabu, 15 November 2023, Pukul 00.40 WIB, diduga sekitar 60 unit ponton selam beroperasi di perairan tersebut. Selain itu berhembus isu diduga adanya kutipan uang berkisar Rp10 juta-20 per pontoh oleh oknum tertentu sebagai “tebusan”.
“Polisi menyetop dan menarik ponton-ponton selam para pekerja tambang yang makan/kerja tailing kapal isap. Kalikan saja pak, kalau 100 ponton diamankan,” kata sumber dikutip Bangkaindependent.com.
“Gawe makan tailing nih beguyur bae pak. Dapat la belasan kilo, kadang 20 kiloan untuk beli beras jaman susah ini,” sambung sumber.
Menurutnya, para penambang bekerja lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.
“Intinya kalau mau diproses, proses secara adil dan benar. Jangan meminta uang tebusan, kami ini penambang rakyat yang mencari sesuap nasi untuk anak istri di rumah,” keluhnya.
Terkait hal ini, Kapolres Bangka Barat, AKBP Ade Zamrah melalui Kasat Poliarud, Iptu Yudi membantah keras isu tersebut soal tudingan miring adanya kutipan sejumlah uang ke penambang.
“Tadi Polairud ada melakukan penertiban, dan sekarang yang diamankan diproses di mako Polairud berikut ponton-ponton ditarik. Tidak benar itu, semua yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan sesuai prosedur,” bantah Iptu Yudi.
Terkait hal ini, secara terpisah, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Indra Feri Dalimunthe mengatakan bukan pihaknya yang melakukan giat Razia.
“Yang mana ? Tangkapan kami di Belo Laut sudah kami serahkan ke kejaksaan minggu kemarin termasuk barang bukti sudah diserahkan. Kalau kemarin atau hari ini kami tidak melakukan penangkapan,” jelasnya.
Bantahan juga datang dari belasan penambang yang kini diamankan di mako Polairud.
Dalam rekaman video yang dikutip Bangkaindependent.com, belasan penambang tersebut kompak mengatakan tidak ada polisi yang meminta uang.
” Tidak ada wartawan yang menelepon atau kami yang telepon wartawan. Kami juga tidak diminta uang, itu hanya isu hoax,” sebut para penambang, Selasa malam.








