Catatan Fakhruddin Halim
MAS Haryo Praktino, sahabat sejak di Yogyakarta, Ahad (1/8/2021), sekitar pukul 10.00 WIB, dipanggil Allah SWT. Beliau berpulang setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Sardjito, Yogyakarta.
Seorang desainer dan pelukis berbakat, mewarisi darah seni dari ayahnya yang juga seorang pelukis.
Untuk mengasah bakat seni, dia memilih kuliah di Jurusan Komunikasi Desain, Minat Utama Desain Komunikasi Visual (DSV), Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Selepas kuliah terus berkarya. Ikut membidani lahirnya komunitas jejaring seni KHAT, dimana saya ikut di dalamnya sebagai “penggembira”.
Selain itu, dia juga mendirikan dan mengelola sebuah percetakan di Yogyakarta.
Di Galery KHAT Yogyakarta, Mas Haryo sebagai kurator. Ramadhan 1442 lalu, masih tampil di acara Nasional Jejaring Senimana Muslim bertajuk: NEWS WORLD ORDR//ARTS PRESENTATION, Selasa (25/4/2021).
Acara yang diselenggarakan Tanggal, 25 April-30 April 2021 itu, selain menampilkan sejumlah karya para seniman, setiap seniman yang karyanya dipamerkan wajib melakukan presentasi atau semacam membedah karya masing-masing.
Bagi Mas Haryo, seni bukanlah Arts for Arts, tapi Seni untuk Peradaban Islam.
Ketika masih di Yogyakarta, masih sama-sama mahasiswa dia kawan berdiskusi dan makan di angkringan.








