AYOBANGKA.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi jagung dalam negeri menjadi 300.000 ton hingga akhir 2023. Dia mengatakan kebijakan ini demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor jagung.
Melansir Tempo.co, Rabu pagi (1/11/2023), dia pun berharap dalam dua bulan ke depan harga jagung untuk pakan ternak bisa melandai.
“Penanaman ini mendesak agar tahun depan minimal impor jagung berkurang,” ujar Amran saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Senin, 30 Oktober 2023.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian menyatakan telah menyiapkan bibit jagung gratis. Bibit tersebut akan disalurkan kepada para petani di seluruh wilayah Indonesia yang kesulitan menanam jagung. Selain bibit jagung, Kementerian Pertanian juga akan mendistribusikan pupuk bersubisi.
Sementara itu, data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS) produksi jagung tahun ini menunjukkan penurunan. Dari luas panen jagung yang diperkirakan sebesar 2,49 juta hektar, BPS mengungkapkan terjadi penurunan sebesar 0,28 juta hektar atau 10,03 persen dibandingkan luas panen tahun sebelumnya.







