PWI Bersatu Kembali: Munir Ketum, Atal Ketua DK

Duduk kiri-kanan: Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim, Ketum PWI Pusat Akhmad Munir, Ketua PWI Babel Mohammad Fathurrakhman dan Ketua DK PWI Pusat Atal S Depari. Berdiri Ketua DKP PWI Babel Replianto, Ketua Siwo PWI Babel Rudi Syahwani dan jajaran pengurus PWI Babel, sesaat usai Kongres Persatuan PWI 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi, Sabtu 30, Agustus 2025. Foto/Dok Ayobangka.com.

AKHIRNYA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersatu kembali setelah kedua kubu, Hendry Ch. Bangun, Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres PWI di Bandung Tahun 2023 dan Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Agustus 2024 sepakat menyelesaikan lewat Kongres Persatuan PWI hari Sabtu lalu, di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 29 Agustus sampai 30 Agustus 2025.

Dalam Kongres Persatuan PWI 2025 Hendry kembali mencalonkan diri sebagai Ketum PWI Pusat, sementara Zulmansyah tidak maju mencalonkan sebagai Ketum PWI Pusat, ia malah mendukung Akhmad Munir, Direktur Utama LKBN menjadi Calon Ketum PWI Pusat.

Baca Juga  Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Nasional Perlindungan Pekerja Mingran

Kongres Persatuan PWI dihadiri 39 Cabang PWI seluruh Indonesia. Hasilnya Munir terpilih menjadi Ketum PWI Pusat 2025-2030 dengan mengumpulkan 52 suara dan Hendry 35 suara. Kongres juga memilih Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat 2025-2030.

Perpecahan PWI sudah setahun lebih setelah sejumlah Anggota PWI dari pusat sampai daerah memprotes kebijakan Hendry sebagai Ketum PWI Pusat. Para Anggota PWI kemudian sepakat menyelenggarakan KLB tanggal 18 Agustus 2024 untuk memilih Zulmansyah sebagai Ketum. Sejak itulah terdapat dua kepemimpinan PWI.

Baca Juga  DPD RI dan PWI Pusat Sepakat Kampanyekan Green Democracy 

Perpecahan di PWI bukan kali ini terjadi. Tahun 1970, PWI pecah dalam kongres di Palembang. Pengurus PWI terbagi dua, kubu BM. Diah dan kubu Rosihan Anwar. Santer rumor beredar perpecahan itu digalang operasi khusus (opsus) pimpinan Brigjen TNI Ali Moertopo yang ingin menguasai masyarakat wartawan lewat Diah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *