Oleh: Subhan Ahmadi Abu Haitsam
Alumnus PP al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta
HAI mbak…, lagi ngapain di pondok?
Instagram dan FB, kau pasti tahu. Tapi hanya namanya dan kau hanya melihat ketika abi tunjukkan untukmu tulisan Abi untuk kau baca.
Youtube, pasti kau bosen karena sama umi hanya boleh nonton Nussa Rarra, dan kartun-kartun religi dengan mode terbatas, lucu ketika mukamu bersungut-sungut kepingin nonton film sendiri tapi tetap forbidden by umi.
Sudah kelas 3 SMA,17 tahun usiamu di bulan (Juli 2023) ini dan mudah abi mengingatnya karena kau lahir selang 3 hari dari gempa Yogyalarta. Di usiamu ini pasti banyak remaja yg berakting begitu bebas di tiktok, reels, dan snack video, tapi wajahmu tak satupun muncul di medsos manapun. Ga perlu sayangkan muka glowingmu ga keliatan.
Abi tahu terkadang kau bosan karena sebagian besar waktu beberapa tahun kau habiskan di pesantren terus, tega banget ya abi ummi. Ketika di rumah beberapa hari juga sikap abi ummi mungkin kau rasa beda dengan papa mama temen-teman mu.
Dan mungkin kau mikir kalau gini ini ga sama dengan kebanyakan remaja lain. Tapi ketahuilah, Al Qur’an sering menyebut golongan kebanyakan itu sebagai yang buruk, dan golongan sedikit yang baik. Allah ga mungkin salah kan?
“Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan fasik”.
“Kebanyakan mereka tidak berfikir”.
“Sedikit sekali hamba-hamba Ku yang bersyukur”.
“Jika kau mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, mereka akan menyesatkanmu…”
Dan masih banyak lagi.
Ibnu Khaldun also said : “Jika seorang anak gagal dididik oleh orangtuanya maka gurunya adalah zamannya.”
Dan kita tahu di zaman seperti apa kita sekarang hidup. Tak perlu jadi Phd untuk tahu bahwa zaman kita ini adalah zaman yang buruk; di mana remaja lebih suka bernyanyi daripada ngaji Qur’an, wanita tak malu lagi nampak auratnya malah justru bangga, zaman di mana seorang remaja sangat stress dan sedih kehilangan gadgetnya tapi tetep enjoy kehilangan virginitasnya.







